1 dari 3 Orang Indonesia Gila Upgrade HP, Kamu Salah Satunya?

Sorotan
- 1 dari 3 orang Indonesia mengaku membeli ponsel baru semata-mata karena ingin punya ponsel terkini atau teknologi yang lebih canggih.
- Mayoritas pengguna bertahan menggunakan HP yang sama lebih dari 2 tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk menggantinya dengan yang baru.
- Ulasan video di YouTube dan situs gadget menjadi rujukan utama konsumen Indonesia untuk melakukan riset sebelum membeli ponsel.
Alasan masyarakat Indonesia membeli smartphone baru ternyata tidak selalu karena ponsel lama sudah rusak. Sebagian konsumen memilih mengganti perangkat karena ingin menggunakan ponsel dengan teknologi yang lebih baru.
1 dari 3 orang doyan upgrade ke HP terkini
Sebanyak 60,2 persen responden mengatakan bahwa mereka membeli HP baru ketika ponsel yang digunakan sudah tidak berfungsi optimal atau performanya menurun.
Namun, 30,7 persen responden mengaku mengganti ponsel mereka karena ingin perangkat yang lebih canggih atau model terbaru.
Itu artinya, hampir 1 dari 3 responden memutuskan untuk membeli HP baru karena ingin merasakan teknologi terkini.
Selain dua alasan tersebut, 6,2 persen responden membeli HP baru karena ada promo atau penawaran menarik. Sementara 2,9 persen lainnya memiliki alasan di luar pilihan-pilihan tersebut.
Mayoritas konsumen mengganti HP setelah 2 tahun
Hasil survei juga menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen Indonesia tidak terlalu sering mengganti smartphone. Sebanyak 80,5 persen responden mengatakan mereka mengganti ponsel setelah menggunakannya lebih dari 2 tahun.
Sementara itu, 19,6 persen responden mengaku mengganti ponsel dalam waktu 2 tahun atau kurang.
Rinciannya adalah sebagai berikut: 15,7 persen mengganti ponsel setelah 1-2 tahun, 3 persen setelah 6 bulan, dan 0,9 persen dalam waktu kurang dari 6 bulan.
Jika dihubungkan dengan data sebelumnya, ketertarikan terhadap ponsel baru tidak serta-merta membuat konsumen cepat mengganti perangkat.
Meski 30,7 persen responden sebelumnya mengaku membeli HP baru karena ingin memiliki perangkat yang lebih canggih, sebagian besar rupanya tetap menggunakan ponsel lama selama lebih dari 2 tahun.
Situs gadget seperti 91mobiles Indonesia jadi salah satu acuan utama
Sebelum membeli ponsel, konsumen juga mencari informasi secara online tentang perangkat yang akan dibeli.
Sebanyak 35,9 persen responden mengatakan bahwa mereka menonton ulasanponsel di YouTube sebelum membeli.
Baca juga
iPhone 18 Pro, Pro Max, dan iPhone Duo Resmi Terdaftar di TKDN, Sinyal Segera Meluncur ke Indonesia!Lalu, berikutnya sebanyak 17,3 persen responden mencari informasi melalui situs e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, dan lain sebagainya.
Selain mencari informasi di internet, sebagian kecil konsumen Indonesia rupanya juga mengandalkan informasi secara offline.
Sebanyak 12,7 persen responden memilih untuk datang langsung ke toko untuk melihat-lihat atau mencoba perangkat, sementara 4 persen responden menjadikan rekomendasi dari teman dan keluarga sebagai sumber informasi.
HP flagship dan mid-range yang paling ditunggu
1 of 2
Di antara semua flagship yang ada, rupanya Galaxy Z Fold 8 dan Fold 8 Ultra berada di posisi teratas dengan persentase 18,8 persen.
Berikutnya adalah iPhone 18 dan iPhone 18 Pro dengan persentase 12 persen, Huawei Pura 90s Pro Series sebesar 9,7 persen, Vivo X500 series sebesar 7,2 persen, dan Oppo Find X10 series sebesar 6,6 persen.
Sementara itu, iPhone Duo yang merupakan ponsel lipat perdana Apple hanya dipilih oleh 1,7 persen responden.
Ini termasuk penemuan yang cukup menarik, mengingat Apple adalah salah satu merek ponsel yang paling diminati warga Indonesia.
Untuk kategori HP kelas menengah, Redmi Note 17 menjadi salah satu produk yang paling banyak dinantikan dengan persentase 13,6 persen.
Huawei Nova 15 Pro tercatat mendapatkan suara 15,7 persen, sementara Oppo A7 Pro Max didapatkan oleh 8,8 persen responden.
Metodologi survei
Survei tersebut diikuti oleh lebih dari 2.000 responden dari berbagai wilayah di Indonesia. Berdasarkan jenis kelamin, 82 persen responden merupakan laki-laki dan 18 persen merupakan perempuan.



